Bagi masyarakat yang tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk membeli rumah, salah satu cara untuk memiliki rumah adalah menggunakan fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang ditawarkan oleh bank. Umumnya masyarakat berpikir bahwa KPR rumah hanya ada satu jenis. Padahal, KPR yang ditawarkan oleh bank memiliki berbagai jenis, dan semuanya memiliki prinsip yang berbeda-beda.

Karena itu, jika ingin mengajukan rumah KPR, Anda harus mengetahui dulu berbagai jenis KPR yang ada sehingga dapat memilih KPR rumah mana yang cocok dengan keinginan Anda. Berikut ini adalah jenis-jenis KPR yang tersedia di Indonesia.

1. KPR Konvensional

Ini mungkin jenis yang paling banyak diketahui oleh masyarakat. Alasan utamanya cukup jelas, yakni karena kurangnya informasi yang ada mengenai jenis KPR yang ada. KPR konvensional, atau disebut juga KPR rumah non-subsidi, disediakan oleh hampir seluruh bank, tentu dengan persyaratan dan bunga yang berbeda-beda. Suku bunga yang ditetapkan biasanya mengikuti BI Rate.

Karena ini bukan KPR dari pemerintah, pihak bank akan mengenakan denda yang cukup besar apabila masyarakat terlambat atau menunggak kredit rumah. Masa pinjaman KPR konvensional berkisar lima hingga 25 tahun.

Jika ingin mencicil rumah melalui KPR konvensional dengan proses yang lebih mudah dan praktis, pengembang perumahan atau agen properti profesional siap membantu anda.

2. KPR Bersubsidi

KPR bersubsidi merupakan fasilitas dari pemerintah yang disalurkan melalui bank-bank. Keunggulan KPR bersubsidi adalah uang muka dan bunga yang lebih rendah dibanding KPR konvensional.

Namun, jenis rumah KPR bersubsidi ini hanya untuk masyarakat dengan penghasilan rendah dan belum memiliki rumah, serta tipe rumah yang dapat dibiayai maksimal tipe 36.

Kekurangan dari KPR bersubsidi adalah lokasi rumah yang sangat terpencil dan akses yang cukup sulit. Harga rumah yang dapat menggunakan KPR rumah bersubsidi mengikuti acuan pemerintah dan berubah setiap tahunnya.

Suku bunga untuk KPR bersubsidi adalah 5% flat, dan sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit. KPR bersubsidi juga bebas dari pajak pertambahan nilai (PPN).

3. KPR Syariah

Ini merupakan jenis KPR yang juga banyak diminati, sebab KPR syariah menggunakan prinsip jual-beli (murabahah). Maksudnya adalah KPR syariah akan membayarkan lunas rumah yang anda inginkan, dan anda tinggal mencicil kepada bank dengan masa kredit rumah hingga 15 tahun.

Kredit rumah yang anda bayarkan jumlahnya tetap karena KPR syariah tidak mengenal adanya bunga, tetapi harga rumah yang harus Anda bayarkan sudah ditambahkan dengan keuntungan yang akan diambil bank. Ini merupakan jenis KPR yang cocok bagi Anda yang takut akan pergerakan bunga naik-turun.

 

0 Komentar

Tinggalkan Balasan